Komputasi awan (cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud.
Dari penjelasan tentang cloud computing diatas, ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dari cloud computing, yaitu :
•Skalabilitas, yaitu dengan cloud computing kita bisa menambah kapasitas penyimpanan data kita tanpa harus membeli peralatan tambahan, misalnya hardisk dll. Kita cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.
•Aksesibilitas, yaitu kita bisa mengakses data kapanpun dan dimanapun kita berada, asal kita terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan kita mengakses data disaat yang penting.
•Keamanan, yaitu data kita bisa terjamin keamanan nya oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Itu juga mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan.
•Kreasi, yaitu para user bisa melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkan nya lewat penyedia layanan cloud computing.
•Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data milik kita tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget kita rusak.
•
Metoda atau Cara Kerja Komputasi Awan
Berikut merupakan cara kerja penyimpanan data dan replikasi data pada pemanfaatan teknologi cloud computing. Dengan Cloud Computing komputer lokal tidak lagi harus menjalankan pekerjaan komputasi berat untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan, tidak perlu menginstal sebuah paket perangkat lunak untuk setiap komputer, kita hanya melakukan installasi operating system pada satu aplikasi. Jaringan komputer yang membentuk awan (internet) menangani mereka sebagai gantinya. Server ini yang akan menjalankan semuanya aplikasi mulai dari e-mail, pengolah kata, sampai program analisis data yang kompleks. Ketika pengguna mengakses awan (internet) untuk sebuah website populer, banyak hal yang bisa terjadi. Pengguna Internet Protokol (IP) misalnya dapat digunakan untuk menetapkan dimana pengguna berada (geolocation). Domain Name System (DNS) jasa kemudian dapat mengarahkan pengguna ke sebuah cluster server yang dekat dengan pengguna sehingga situs bisa diakses dengan cepat dan dalam bahasa lokal mereka. Pengguna tidak login ke server, tetapi mereka login ke layanan mereka menggunakan id sesi atau cookie yang telah didapatkan yang disimpan dalam browser mereka. Apa yang user lihat pada browser biasanya datang dari web server. Webservers menjalankan perangkat lunak dan menyajikan pengguna dengan cara interface yang digunakan untuk mengumpulkan perintah atau instruksi dari pengguna (klik, mengetik, upload dan lain-lain) Perintah-perintah ini kemudian diinterpretasikan oleh webservers atau diproses oleh server aplikasi. Informasi kemudian disimpan pada atau diambil dari database server atau file server dan pengguna kemudian disajikan dengan halaman yang telah diperbarui. Data di beberapa server disinkronisasikan di seluruh dunia untuk akses global cepat dan juga untuk mencegah kehilangan data.
Web service telah memberikan mekanisme umum untuk pengiriman layanan, hal ini membuat service-oriented architecture (SOA) ideal untuk diterapkan. Tujuan dari SOA adalah untuk mengatasi persyaratan yang bebas digabungkan, berbasis standar, dan protocol-independent distributed computing. Dalam SOA, sumber daya perangkat lunak yang dikemas sebagai "layanan," yang terdefinisi dengan baik, modul mandiri yang menyediakan fungsionalitas bisnis standar dan konteks jasa lainnya. Kematangan web service telah memungkinkan penciptaan layanan yang kuat yang dapat diakses berdasarkan permintaan, dengan cara yang seragam.
Implementasi Komputasi Awan
Ada tiga poin utama yang diperlukan dalam implementasi cloud computing, yaitu :
•Computer front end
Biasanya merupakan computer desktop biasa.
•Computer back end
Computer back end dalam skala besar biasanya berupa server computer yang dilengkapi dengan data center dalam rak-rak besar. Pada umumnya computer back end harus mempunyai kinerja yang tinggi, karena harus melayani mungkin hinggga ribuan permintaan data.
•Penghubung antara keduanya
Penghubung keduanya bisa berupa jaringan LAN atau internet.
Implementasi Cloud Computing dalam pemerintahan (E-Goverment)
Cloud Computing dalam pemerintahan (E-Goverment) dapat mendongkrak kinerja khususnya dalam bidang pemerintahan. E-Goverment dapat membantu para staff di bidang pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik ke masyarakat. Pemerintah dalam negara Indonesia telah menggunakan cloud computing. Contoh pertama yaitu sebagai penyediaan sumber informasi. Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menyediakan layanan Cloud Computing sebagai layanan jasa alih daya pengelolaan TIK untuk instansi pemerintah. Layanan ini bertujuan untuk dapat mewujudkan percepatan e-goverment, karena memungkinkan pengguna pemerintah berkonsentrasi dalam memberikan layanan dan tidak dipusingkan dengan konfigurasi maupun pemeliharan perangkat teknologi informasi.
Things artinya segala, artinya apapun yang terhubung ke internet termasuk
dalam definisi internet of things (IoT). Artinya semua barang fisik yang dapat
di-monitor dan dikendalikan dari jarak jauh menggunakan internet adalah IoT.
Konsep IoT ini akan sangat mendorong perkembangan big data dan penggunaan data
center di Indonesia.
Konsep
dan Cara Kerja Internet of Things
Konsep IoT ini sebetulnya cukup sederhana dengan cara kerja mengacu pada 3
elemen utama pada arsitektur IoT, yakni: Barang Fisik yang dilengkapi modul
IoT, Perangkat Koneksi ke Internet seperti Modem dan Router Wirless Speedy
seperti di rumah anda, dan Cloud Data Center tempat untuk menyimpan aplikasi
beserta data base.
Seluruh penggunaan barang yang terhubung ke internet akan menyimpan data,
data tersebut terkumpul sebagai ‘big data’ yang kemudian dapat di olah untuk di
analisa baik oleh pemerintah, perusahaan, maupun negara asing untuk kemudian di
manfaatkan bagi kepentingan masing-masing. Disinilah peran penting pemerintah
Republik Indonesia dalam menjaga ketahanan negara dari sisi sistem informasi.
Fungsi Internet of Things
Dengan prinsip tujuan utama dari IoT sebagai sarana yang memudahkan untuk
pengawasan dan pengendalian barang fisik maka konsep IoT ini sangat
memungkinkan untuk digunakan hampir pada seluruh kegiatan sehari-hari, mulai
dari penggunaan perorangan, perkantoran, rumah sakit, pariwisat, industri,
transportasi, konserverasi hewan, pertanian dan peternakan, sampai ke
pemerintahan.
Dalam tujuan tersebut, IoT memiliki peran penting dalam pengendalian
pemakaian listrik, sehingga pemakaian listrik dapat lebih hemat sesuai
kebutuhan mulai dari tingkat pemakaian pribadi sampai ke industri. Tentunya
selain untuk tujuan penghematan IoT juga dapat dipakai sebagai sarana kemajuan
usaha, dengan sistem monitoring maka kebutuhan usaha dapat lebih terukur.
IoT juga sangat berguna dalam otomatisasi seluruh perangkat yang terhubung
ke internet dimana konfigurasi otomatisasi tersebut dapat di sesuaikan dengan
mudah tanpa harus datang ke lokasi perangkat tersebut. Baik untuk alasan
keamanan untuk wilayah yang tidak mungkin dimasuki manusia, maupun untuk alasan
jangkauan terhadap perangkat yang akan di kendalikan tersebut.
Manfaat
Internet of Things
Berikut beberapa manfaat teknologi IoT untuk berbagai sektor.
Monitoring Lingkungan IoT dapat berguna untuk “melihat” kondisi air secara real-time di
waduk, irigasi bagi para petani untuk informasi debit air masih banyak atau
tinggal sedikit, di laut sebagai mitigasi bencana ke para pelaut dan nelayan.
Sehingga memudahkan para pelaku sektor real dalam mempertimbangkan kebutuhan
mereka secara lebih tepat.
Kebakaran hutan juga dapat di cegah dengan sistem pencegahan kebakaran yang
ter-integrasi, dengan data laporan titik panas dari satelit yang terhubung
langsung ke sistem penyemprotan air di titik lokasi kebakaran maka dapat lebih
memungkinkan api di padamkan lebih cepat.
Perusahaan Air Minum juga dapat mengukur tingkat kualitas air yang akan di
salurkan ke pelanggan sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan
dapat mengukur kebutuhan kimia penjernih air.
Pengelolaan Infrastruktur
Seperti kereta api, ‘IoT’ ini dapat dipakai untuk mendeteksi kondisi jalur
kereta aman di lintasi atau tidak, sehingga dapat membuka tutup palang pintu
kereta secara otomatis tanpa harus khawatir penjaga kereta sedang terlelap
tidur.
Demikian untuk lalu lintas jalanan, sistem pengalihan kemacetan dapat di
mungkinkan. Artinya jika suatu jalan sedang macet, maka pengguna jalan yang
dengan tujuan ke arah jalanan yang macet itu dapat di alihkan secara otomatis
dengan sistem rambu otomatis, misal jika jalan arteri macet sedangkan jalan tol
dalam kota kosong maka satu jalur di jalan tol dapat di gunakan secara gratis
untuk pengendara jalan umum.
Untuk di pelabuhan, IoT dapat digunakan untuk manifest ribuan
barang dalam satu kapal atau container, sehingga data manifest dapat lebih
cepat tersedia. Dan sangat memungkin untuk sistem monitoring pelabuhan yang
berguna baik untuk operator pelabuhan maupun untuk pengguna.
Sensor Peralatan
Kebanyakan biaya konsumsi peralatan di pertambangan di ukur berdasar
kapasitas dan pengalaman saja, dengan IoT perusahaan tambang dapat mengukur
peralatan mana yang BBM nya sudah mau habis, berapa stok BBM di site, peralatan
mana yang olinya harus di ganti, dan lain sebagainya sehingga dapat terukur
secara cepat dan tepat. Hal ini sangat memungkinkan karena modul IoT dapat
memberikan informasi langsung dari mesin atau peralatan di tambang.Demikian
untuk di perkapalan, di pabrik industri dan juga tentunya di infrastruktur IT
perkantoran modern. Tentunya teknologi ‘IoT’ sangat bermanfaat dalam mengawasi
peralatan yang digunakan untuk operasional perusahaan agar kebutuhan-kebutuhan
terhadap perangkat tersebut dapat lebih terukur dan optimal.
Bidang Kesehatan
Kini peralatan kedokteran lebih dapat di hubungkan dengan internet sehingga
lebih mudah dalam pengawasan, para dokter secara khusus dapat memantau kondisi
pasien tanpa harus melakukan kunjungan ke kamar pasien tersebut. Sehingga biaya
kunjungan dokter ke pasien dapat berkurang, bayangkan jika anda di rawat di
rumah sakit dan tiap hari di kunjungi dokter hanya diberikan senyum atau di
tempelkan tangannya ke jidat anda maka anda harus bayar Rp. 200.000 setiap ‘tindakan
medis’ tersebut, tentunya hal tersebut sudah tidak diperlukan lagi jika
rumah sakit diwajibkan melakukan sistem pengawasan pasien terpusat, cukup data
pasien yang dapat mengarah kritis saja yang secara real-time dapat terus
terpantau oleh para dokter bahkan saat mereka main golf sekalipun, sehingga
tanggung jawab moril para dokter juga dapat di tingkatkan. Ini selaras dengan
revolusi mental.
Otomasi Gedung dan Perumahan
Internet of Things yang merambah pada pengguna elektorik rumahan dapat
memudahkan orang untuk berbagai hal. Misal untuk yang paling boros listrik
seperti AC split, jika anda lupa mematikannya maka biaya listrik berjalan terus
bagaikan air terjun.. dengan aplikasi home management maka anda dapat mematikan
AC dan lampu di rumah anda atau menyalakannya kembali sebelum anda tiba di
rumah.
Gedung perkantoran dapat lebih mengoptimalkan seluruh fasilitas yang ada,
baik untuk penghematan listrik maupun untuk pengendalian gedung terintegrasi.
Sebagai contoh, gedung dengan multi tenant dapat lebih meningkatkan keamanannya
dengan sistem sidik jari untuk tamu, para tamu untuk kantor tertentu wajib
memberikan sidik jarinya ke aplikasi undangan data ke kantor, sehingga ketika
tamu kantor tersebut datang maka cukup tempelkan sidik jari maka mulai dari
pintu gerbang gedung sampai lift mana yang akan di pakai sudah tersedia secara
khusus.
Saat ini Indonesia dihadapkan pada
tantangan global berupa persaingan dalam segala bidang terutama ekonomi
& perdagangan. Ada sejumlah pra-syarat yang mesti dipenuhi oleh
bangsa ini untuk mampu bersaing di tingkat global, antara lain budaya
unggul. Sementara, budaya unggul yang dimiliki bangsa Indonesia masih
jauh dibandingkan budaya unggul bangsa lain, misalnya Jerman. Jerman
(bangsa yg mampu bangkit dari keterpurukan pada PD II dan tumbuh menjadi
bangsa yang kuat dan maju , bahkan menjadi lokomotif Uni Eropa). Jerman
dengan nenek moyangnya bangsa Aria/Indo German. Secara historis Bangsa
Aria juga bermigrasi ke India (yg juga memiliki budaya unggul). Sebagian
wilayah Indonesia dan masyarakatnya dahulu banyak mendapatkan pengaruh
yg sangat kuat dari kebudayaan Hindhu-Budha (dari India). Sebutan
Aria/Arya sebenarnya tidak asing bagi nenek moyang bangsa Indonesia,
bahkan banyak dipakai sebagai nama, misalnya: Arya Wiraraja, Arya
Penangsang, Arya Damar, dll.
Budaya Unggul Jerman vs. Indonesia
1.Jujur
Banyak
contoh budaya jujur bangsa Jerman dlm kehidupan sehari-hari: Membayar /
membeli tiket naik trem/bus sendiri tanpa ada petugas yang menariknya,
Membeli Koran dengan membayar dan mengambil sendiri tanpa ditunggui
penjualnya, Penggunaan student card utk mendapatkan berbagai
fasilitas (gratis transportasi, diskon makan di menza, diskon masuk
museum, dll.) dg tanpa meminjamkannya kepada orang lain yg bukan mhs
supaya memperoleh fasilitas yg sama, Melaksanakan tes atau ujian di
Univ. (kecurangan diberikan sanksi tegas), Pemberian surat keterangan
dokter.
Sementara,
pada bangsa Indonesia (mayoritas Muslim) belum menjadi sebuah budaya
budaya. Kejujuran sebagai nilai penting baru sebatas
kognitif/pengetahuan blm terwujud dlm sikap/afektif apalagi budaya
keseharian masyarakat. Sesungguhnya agama (Islam) dengan ajaran tentang
kejujurannya merupakan modal yg sudah dimiliki bangsa ini untuk
membangun budaya jujur.
2.Anti korupsi dan melayani
Beberapa
contoh: Budaya anti korupsi di kalangan aparat kepolisian, Budaya anti
korupsi di kalangan pegawai kantor pemerintah (mengurus perpanjangan
visa utk mhs. asing / gratis.
Untuk
kasus ini, Indonesia perlu bekerja keras, karena budaya yang dimiliki
justru kebalikannya. Meskipun demikian, kita memiliki agama dg ajarannya
ttg keharaman riswah yg dapat dipakai utk membongkar budaya korupsi dan
menggantinya dengan membangun budaya anti korupsi.
3.Mandiri dan kerja keras dengan hasil bermutu tinggi
Kemandirian
diajarkan sejak dini. Di usia 19 th : menghidupi diri sendiri. Beberapa
contoh: Penguasaan teknologi : mesin/mobil-made in Germany, Seni:
Bethoven-Gothe-Johan Sebastian Bach. Bahasa, penguasaan B. Arab dengan
baik dlm waktu yg cepat, Penulisan Kamus: Arab Jerman Hans-Wehr,
Pengalaman kuliah: tdk ada model paket, tdk ada budaya meminjam catatan
orang lain, waktu kerja/belajar untuk kerja/belajar, sedangkan waktu
istirahat utk istirahat, tdk “kombinatif”.
Bangsa
Indonesia sesungguhnya sudah memiliki budaya kerja keras, tetapi belum
cukup menghasilkan produk dg mutu yg tinggi. Betapa banyaknya orang yang
bekerja siang malam dan bekerja apa saja, tetapi hasilnya begitu-begitu
saja. Budaya mandiri jg belum terbentuk. Mungkin karena dominannya rasa
kasihan yang diberikan oleh orang tua kepada anak sehingga anak justru
menjadi kurang mandiri. Banyak kasus dimana orang tua menanggung
kehidupan anak bahkan ketika sang anak sudah menikah/berkeluarga.
4.Berfikir serius /cinta ilmu
Ungkapan sehari-hari dalam B. Jerman:“Ich denke” / I think dan bukan “Ich fuhle”/ I feel menunjukkan
budaya berfikir yg kuat. Analogi dikutip dari Monika Wizeman: “Kalau
orang Amerika dan Jerman diperintahkan mendiskripsikan harimau maka
orang Amerika akan masuk hutan 2 hari dan keluar membawa 2 buku
deskripsi harimau, sedangkan orang Jerman akan masuk ke hutan selama 2
bln dengan membawa tumpukan buku yg berisi deskripsi lengkap harimau
dari ujung kuku sampai ujung rambut kepala dan ekornya tanpa ada yg
tersisa”. Jerman banyak menghasilkan filosof besar dunia : Immanuel
Kant, Karl Marx, tokoh-tokoh dalam Madzhab Frakfurt, dll. Untuk menjamin
pendidikan semua sekolah gratis dari SD-PT bahkan utk orang asing, dan
akses kepada sumber ilmu dipermudah: perpustakaan.
Bangsa
Indonesia, Insyaallah sudah mengarah ke sana. Hanya saja, khusus utk
urusan berfikir serius kita belum punya banyak tokoh filosof, meskipun
sesungguhnya kita punya banyak budayawan. Mungkin ada hubungannya dengan
kuatnya kekuatan perasaan daripadakekuatan piker sebagai mana terungkap
dalam bahasa sehari-hari: “saya rasa” atau “saya kira”, bukan “saya
pikir”.
5.Disiplin
Ungkapan “Du komst zu spaet”
merupakan ungkapan yg dilontarkan kepada seseorang yang terlambat
misal. menyerahkan /menyelesaikan sesuatu Contoh-contoh dlm keseharian:
Bus/kereta api/trem berangkat dan tiba sesuai jadwal. Bahkan sampai
jadwal makanpun, mereka disiplin.
Budaya
ini belum terbentuk di kalangan bangsa kita. Dalam berbagai aspek
kehidupan, kita belum memiliki budaya disiplin. Dalam hal waktu
misalnya, istilah “jam karet” merupakan salah satu indikasi ini.
6.Apaadanya
Beberapa contoh: Berbicara straightto the point, Penampilan-pakaian, hp, kendaraan, membawa bekal makanan & minuman sendiri, dsb.)
Budaya
kita lebih dominan menampilkan sisi luar / formalitas daripada
substansi. Akibatnya, costly tetapi tidak menghasilkan sesuatu yang
fundamental.
7.Memberikan kepada orang lain akan haknya
Beberapa
contoh: Antri utk memperoleh pelayanan -di bank, took roti, kantor
pemerintah, kasir, dll., Memberikan hak pengguna jalan : jl raya, jalan
sepeda, trotoar, dll. Informasi tentang hak-hak dan fasilitas calon
pengguna moda transportasi (mana tiket yg murah, dengan kereta yg baik,
serta dg waktu tiba yg tanpa mengganggu jadwal kegiatan si calon
pengguna transportasi KA).
Budaya kita, masih senang menyerobot dan menyembunyikan hak orang lain. Terlalu banyak contoh untuk disebutkan.
8.Taat pada aturan
Beberapa
contoh kecil: naik/turun penunpang di halte, lampu lalu lintas yg
benar-benar dipatuhi, penggunaan fasilitas di kampus, Cara orang tua
mendidik anak utk taat pada aturan di rumah dengan reward and punishment
– (pengalaman melihat orang tua bersama anak di super market)
Budaya
taat aturan belum sepenuhnya kuat. Kita masih harus bekerja keras untuk
membentuk budaya ini secara lebih mantap dan menyeluruh.
9.Percaya
pada kemampuan sendiri dan kreatif (semua pekerjaan dipikirkan dan
diciptakan alat utk mempermudah mengerjakannya (ingat penemuan mesin
cetak: Gutenberg, dll.).
Budaya kita, masih “gumunan” dan “minder” berhadapan dengan bangsa lain.
10.Berjuang
sampai titik akhir, tanpa kenal putus asa (bangkit dari kehancuran PD
II- semua kota dan bangunan di rekonstruksi dan kembali seperti
sediakala, permainan sepak bola – mengejar ketertinggalan bahkan
menjelang permainan berakhir)
Kita
punya pengalaman besar (merebut kemerdekaan dari penjajah), tapi mental
tersebut belum membudaya dalam seluruh lini kehidupan bangsa. Kita
memiliki modal berupa ketahanan dalam penderitaan. Tetapi modal tsb.
belum dikombinasikan dengan budaya dinamik, tetapi justru Yang menonjol
justru budaya statis (bahkan mungkin suka kemapanan dan anti perubahan),
kurang berani mencoba dan berinovasi (yang sesungguhnya merupakan kunci
kemajuan).
11.Cinta
tanah air (Vaterland –Indonesia: Ibu pertiwi, orang Jerman sangat
bangga menggunakan bahasa Jerman / tdk banyak Uni menggunakan B.
Inggris, bersatunya Jerman: setiap warga Jerman barat berkontribusi utk
melunasi hutang negara eks Jerman Timur, bangga dan cinta terhadap
produk sendiri).
Kita
justru kebalikannya, budaya cinta tanah air melemah. Beberapa contoh:
kurang sadar berbahasa Indonesia yang baik. Yang lebih tragis, banyak
bahasa daerah yang hamper mati.
Bangsa
Indonesia sesungguhnya memiliki modal untuk membangun budaya unggul.
Perlu pendidikan dan pelatihan/pembiasaan yg diusahakan secara sadar dan
terencana untuk mewujudkan budaya unggul dengan berkaca pada ajaran
agama (Islam), modal budaya dan pengalaman historis bangsa Indonesia
sendiri yang relevan, serta budaya unggul bangsa lain.
SDLC (Systems Development Life Cycle ) merupakan
siklus hidup pengembangan system. Dalam rekayasa system dan rekayasa
perangkat lunak, SDLC berupa suatu proses pembuatan dan pengubahan
sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan
sistem-sistem tersebut. Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC
mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak.
Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk
perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses
pengembangan perangkat lunak. Pengembangan SDLC adalah proses yang
digunakan oleh analis system untuk mengembangkan sistem informasi,
termasuk persyaratan, validasi, pelatihan, dan pengguna (stakeholder)
kepemilikan. Setiap SDLC harus menghasilkan sistem berkualitas tinggi
yang memenuhi atau melampaui harapan pelanggan, mencapai penyelesaian
dalam waktu dan perkiraan biaya, bekerja secara efektif dan efisien di
saat ini dan direncanakanTeknologi Informasi infrastruktur, dan murah
untuk mempertahankan dan biaya efektif.
System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam
membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC.
Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa
model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping,
incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize. Dengan
siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa fase atau
langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan
oleh tim yang berbeda. Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam fase atau
langkah. Jumlah fase SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun
secara umum adalah sama. Fase-fase tersebut adalah:
System/Information Engineering and Modeling
Pengembangan sistem informasi dimulai dengan mengadakan penelitian
terhadap elemen-elemen kebutuhan sistem bersangkutan dan mendefinisikan
kebutuhan-kebutuhan tersebut dan menjabarkannya kedalam panduan bagi
pengembangan sistem ditahap berikutnya. Aspek-aspek yang berkaitan
berupa elemen-elemen yang berkaitan dengan sistem baik itu sumber daya
manusia, peraturan perundang-undangan, perangkat keras (hardware),
prosedur kerja organisasi maupun beragam aspek lainnya, baik yang
terkait secara langsung maupun tidak dengan sistem komputerisasi yang
akan dibangun. Fase ini merupakan fase yang sangat penting (essential)
untuk mendapatkan gambaran utuh sistem guna pengembangan sistem
bersangkutan kedalam bentuk penerapan sistem yang berbasis
komputerisasi.
Software Requirements Analysis
Tahapan ini juga dikenal sebagai proses feasibility study. Dalam
tahapan ini, tim pengembang sistem melakukan investigasi
kebutuhan-kebutuhan sistem guna menentukan solusi piranti lunak
(software) yang akan digunakan sebagai tulang punggung proses
automatisasi /komputerisasi bagi sistem. Hasil investigasi berupa
rekomendasi kepada pengembang sistem dalam hal spesifikasi teknis proses
pengembangan sistem untuk tahap berikutnya yang berisikan hal-hal
berkaitan dengan kebutuhan personal (personnel assignments), biaya
(costs), jadwal pelaksanaan (project schedule), and batasan waktu
penyelesaian pekerjaan (target dates). Disamping itu juga
direkomendasikan beragam aspek teknis pengembangan software baik berupa
fungsi-fungsi yang dibutuhkan (required function), karakteristik sistem
(behavior), performansi sistem (performance) and antar muka aplikasi
(interfacing).
Systems Analysis and Design
Pada tahapan ini, tim pengembangan sistem mendefinisikan
proses-proses dan kebutuhan-kebutuhan sistem yang berkaitan dengan
pengembangan aplikasi (software development process). Dalam fase ini
ditentukan pemilihan teknologi yang akan diterapkan baik berupa
client/server technology, rancangan database, maupun beragam aspek
lainnya yang berkaitan dengan kegiatan analisis dan perancangan ini.
Code Generation
Pada tahapan ini hasil dari fase-fase sebelumnya dituangkan kedalam
penulisan kode-kode dengan menggunakan bahasa pemrograman komputer yang
telah ditentukan dalam tahap sebelumnya. Untuk melakukan pemrograman ini
dibutuhkan perangkat-perangkat pemrograman seperti Code Editor,
Compiler, Interpreter dan aneka perangkat lunak berkaitan lainnya sesuai
dengan kebutuhan pemrograman bersangkutan.
Testing
Setelah proses penulisan kode pemrograman langkah berikutnya berupa
proses pengujian terhadap hasil pemrograman tersebut . Pengujian
mencakup beragam aspek yang berkaitan dengan System & Performance
dari fase Code Generation. Pengujian-pengujian tersebut berupa Pengujian
Database, Pengujian Validitas Data, Pengujian Logic Aplikasi, Pengujian
Antar Muka Aplikasi (General User Interface/GUI), Pengujian User
Administration. Hasil pengujian ini merupakan Umpan balik perbaikan
System & Performance yang akan digunakan dalam proses perbaikan
sistem hingga mencapai hasil yang diharapkan dan telah ditentukan
sebelumnya.
Maintenance
Fase ini merupakan fase perawatan terhadap sistem yang telah
dikembangkan dan diimplementasikan. Cakupan fase ini berupa proses
perawatan terhadap sistem yang berkaitan dengan perawatan berkala dari
sistem maupun proses terhadap perbaikan sistem manakala sistem
menghadapi kendala dalam operasionalnya akibat masalah teknis dan non
teknis yang tidak terindikasi dalam proses pengembangan sistem. Proses
Maintenance ini juga meliputi upaya-upaya pengembangan terhadap sistem
yang telah dikembangkan sebelumnya dalam menghadapi mengantisipasi
perkembangan maupun perubahan sistem bersangkutan.
Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama
hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji
ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah
spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa
langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak
maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah
sebelumnya.
Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control,
sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance.
Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun
kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim
untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus
terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan
peningkatan fungsi sistem.
Dalam SDLC, dijabarkan menjadi 7 langkah (aktifitas utama):
Planning, Analysis, Design, Development, Testing, Implementation dan
Maintenance. Karena langkah-langkah ini bersifat urut (skuensial) dengan
maksud, langkah ke 4 hanya bisa dilakukan jika langkah ke 3 sudah
dilakukan, maka gambar urutan mirip seperti ‘Air Terjun’, sehingga
beberapa buku menyebutnya juga sebagai ‘Waterfall Methodology‘.
Secara literatur, banyak sekali aktifitas yang terjadi pada setiap
langkah pada SDLC. Contohnya saja: menentukan budget, mengumpulkan
kebutuhan bisnis, disain model, menulis detil dan dokumentasi, manajemen
proyek, dan sebagainya. Semua aktifitas yang muncul sudah tentu
bergantung pada kasus pengembangan yang akan dilakukan.
Banyak dikalangan masyarakat yang belum mengetahui definisi dan
perbedaan tentang Sistem informasi dengan Teknologi Informasi. Sistem
informasi menurut Gordon B. Davis ialah suatu sistem yang menerima input data dan instruksi, mengolah data sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.
Sedangkan teknologi informasi menurut Kenneth C.Loudon, teknologi
informasi adalah salah satu alat yang digunakan oleh para manajer untuk
mengatasi perubahan (perubahan informasi yang telah diolah dan dibuat
sebelumnya dalam penyimpanan komputer) yang terjadi. Jadi teknologi
memanfatkan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat,
mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.
a. Sejarah Teknologi Informasi
Manusia telah hidup semenjak 209 ribu tahun yang lalu, semenjak dari
itu manusia terus berkembang dan mulai berkomunikasi terhadap sesama
manusia. Komunikasi menjadi satu alat yang sangat penting bagi perdaban
manusia, dan untuk berkomunikasi manusia atau mahluk lainnya pun butuh
sesuatu yang sama-sama dimiliki yaitu bahasa. Bahasa
yang sama dan dimengerti oleh satu sama lain, tidak pernah berubah
tetapi terus berkembang sejalan dengan intelektualitas manusia yang
semakin meningkat. Bahasa dapat berupa angka, alfabet, simbol. maupun
isyarat. Sudah banyak bukti tentang bahasa(cara berkomunikasi) yang
ditunjukkan pada peninggalan sejarah. Walaupun mungkin manusia memiliki
bahasa yang berbeda disetiap lingkungan, tetapi bahasa tetap mempunyai
satu fungsi yang sama yaitu menyatukan dan memajukan
masyarakatnya. Bahasa terus berevolusi dari bahasa yang digunakan untuk
konteks lingkungan yang kecil seperti desa sampai menjadi bahasa
nasional yang menjadi bahasa utama atau wajib setiap negara.
Dengan masyarakat yang semakin menyadari pentingnya komunikasi,
banyak para inventor yang membuat alat komunikasi seperti pada tahun
1876 Melvyl Dewey mengembangkan sitem penulisan Desimal.
Lalu pada tahun 1877 Alexander Graham Bell
mengembangkan telepon yang dipergunakan secara umum. Dari eksistensi
telepon yang pada zaman dahulu hanya tersedia di institusi pemerintahan
atau perkantoran, sampai mulai digunakan untuk setiap rumah, hingga
sekarang ini digunakan oleh setiap orang. Dari yang cara penggunaanya
menghubungi operator kepada siapa kita akan melakukan panggilan, sampai
mulai menggunakan nomer telepon masing-masing. Dari yang cara
penggunaanya diputar, lalu ditekan, sampai disentuh.
Pada tahun itu juga fotografi dengan kecepatan tinggi ditemukan olehEdweard Maybridge. Pada tahun 1899 telah dipergunakan sistem penyimpanan dalam tape (pita) magnetis untuk yang pertama. Dan memberikan inspirasi pada Zvorkyn untuk menciptakan tabung TV (Televisi) yang pertama pada tahun 1923.
Dan internet pertamakali diciptakan oleh ARPANET tahun 1969
Pada 1972 Ray Tomlinson menciptakan aplikasi surat
elektrolik yang pertama, lalu pada 1982 kata “email” pertamakali
digunakan. Email digunakan untuk mengirimkan pesan lewat internet
Pertukaran informasi dan keterikatan manusia dengan manusia yang
memicu pembuatan komputer. Komputer dibuat untuk membuat kalkulasi
matematikan yang kompleks semjadi mudah dan memudahkan pekerjaan
manusia. Charles Babbage adalah Bapak Komputer, Babbage adalah orang
pertama yang membuat komputer, sedangkan Alan Turing adalah Bapak
Komputer Modern, Turing membuat komputer modern pertama kalinya untuk
membantu Inggris memenangan perang melawan Jerman.
dengan berkembangnya zaman, teknologi informasi yang merupakan
gabungan antara teknologi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak
(software). terus menawarkan berbagai konten yang berupa elektronik
yang dapat dipergunakan di perangkat smartphone dan komputer
seperti e-government, e- commerce, e-education, e-medicine,
e-laboratory, dll.
b . Perkembangan Komputer
Komputer yang pada zaman sekarang ini telah menjadi barang yang wajib
dimiliki dengan memiliki berbagai fungsi dari a sampai z. Komputer juga
telah memiliki perang yang sagat penting bagi perkembangan global.
Peribahasa mengatakan Tak Kenal Maka Tak Sayang, maka dari tidaklah salah jika kita lebih mengenal sejarah dan perkembangan tentang komputer.
Komputer Generasi Pertama (1946-1959)
Komputer generasi pertama adalah Electronic Numerical Integrator and
Calculator (ENIAC) yang merupakan komputer digital elektronik yang
digunakan untuk kebutuhan umum. Program ENIAC dirancang pada tahun 1942,
dan mulai dibuat pada tahun 1943 oleh Dr. John W. Mauchly dan John
Presper Eckert di Moore School of Electrical Engineering (University of
Pennsylvania) dan baru selesai pada tahun 1946. ENIAC berukuran sangat
besar, untuk penempatannya membutuhkan ruang 500m2. ENIAC menggunakan
18.000 tabung hampa udara, 75.000 relay dan saklar, 10.000 kapasitor,
dan 70.000 resistor. Ketika dioperasikan, ENIAC membutuhkan daya listrik
sebesar 140 kilowatt dengan berat lebih dari 30 ton, dan menempati
ruangan 167 m2. Yang pertama kali dikembangkan adalah komputer untuk
desain pesawat dan peluru kendali. Ilmuwan yang menggagas konsep
pengembangan tersebut adalah Konrad Zuse, seorang Insinyur asal Jerman.
Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic
Comnputer (EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung
baik program atau pun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk
berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya
kembali. Kunci utama arsitektur Von Neumann adalah unit pemrosesan
sentral (Central processor unit/ CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi
komputer dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Ciri utama dari
komputer generasi pertama adalah CPU.
Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang di buat
oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang
memanfaatkan model arsitektur Von Neumann. UNIVAC dimiliki oleh Badan
Sensus Amerika Serikat dan General Electric.
Komputer Generasi I memiliki ciri khas, yakni instruksi operasi
dibuat secara spesifik untuk satu tugas tertentu. Setiap komputer
memiliki program kode-biner masing – masing yang berbeda yang disebut
“Bahasa Mesin”(Machine Language).
Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.
Karakteristik komputer Generasi I :
a. Sirkuitnya Menggunakan Tabung Hampa.
b. Komputer mempunyai silinder magnetik untuk menyimpan data.
c. Programnya hanya bisa dibuat menggunakan bahasa mesin.
d. Instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk tugas tertentu.
e. Menggunakan Konsep Stored Program dengan memori utamanya adalah Magnetic Core Storage.
f. Menggunakan Simpanan Luar Magnetic Tape dan Magnetic Disk.
g. Ukuran fisik komputer besar, memerlukan ruang yang luas.
h. Suhunya cepat panas, sehingga diperlukan pendingin.
i. Prosesnya kurang cepat.
j. Daya simpannya kecil.
k. Membutuhkan daya listrik yang besar.
Komputer Generasi Kedua (1959 – 1964)
Karena generasi 1 berukuran sangat besar maka para ilmuwan mulai
mengembangkan teknologi resistor. Mesin pertama yang memanfaatkan
teknologi resistor ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer
bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama
LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi
atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat
dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan
cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga
membatasi kepopulerannya.
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang
diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir
seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk
memproses informasi keuangan. Program yang tersimpan di dalam komputer
dan , bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas
kepada komputer.
Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi
penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur
pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau
menghitung daftar gaji.
Jenis-jenis komputer lain yang muncul pada generasi ini diantaranya
UNIVAC III, UNIVAC SS80, SS90, dan 1107, IBM 7070, 7080, 1400, dan 1600.
Karakteristik Komputer Grenerasi II:
a. Memiliki transistor dibanding dengan tabung.
b. Memiliki sistem penyimpanannya sendiri. Yaitu, Kapasitas memori
utama dikembangkan dari Magnetic Core Storage dan menggunakan simpanan
luar berupa Magnetic Tape dan Magnetic Disk.
c. Tidak lagi menggunakan bahasa assembly
d. Transistor yang banyak menghasilkan panas yang cukup besar, yang
dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer yaitu quartz
rock (batu kuarsa).
Komputer Generasi Ketiga (1964 – 1970)
Karena Komputer Generasi II menggunakan transistor yang membuat
komputer menjadai cepat panas, maka pada generasi ketiga ini para
pengembang mulai meninggalkan resistor. Komputer generasi ketiga muncul
sejak era 1964-1970an.
Jack Billy pada 1958, menciptakan komponen yang lebih canggih
dibandingkan transistor yang membuat komputer cepat panas tadi. Yakni IC
atau Integrated Circuit chip kecil yang mampu menampung banyak komponen menjadi satu.
Karakteristik komputer generasi ketiga adalah:
a. Karena menggunakan IC maka kinerja komputer menjadi lebih cepat
dan tepat. Kecepatannya hampir 10.000 kali lebih cepat dari komputer
generasi pertama.
b. Peningkatan dari sisi software.
c. Kapasitas memori lebih besar, dan dapat menyimpan ratusan ribu karakter (sebelumnya hanya puluhan ribu).
d. Menggunakan media penyimpanan luar disket magnetik (external disk)
yang sifat pengaksesan datanya secara acak (random access) dengan
kapasitas besar (jutaan karakter).
e. Penggunaan listrik lebih hemat.
f. Kemampuan melakukan multiprocessing dan multitasking.
g. Telah menggunakan terminal visual display dan dapat mengeluarkan suara
h. Harganya semakin murah.
i. Kemampuan melakukan komunikasi dengan komputer lain.
Produk Komputer Generasi III adalah IBM S/360, UNIVAC 1108, UNIVAC
9000, Burroughts 5700, 6700, 7700, NCR Century, GE 600, CDC 3000, 6000,
dan 7000, PDP-8, dan PDP-11 (pabrik pembuatnya adalah Digital Equipment
Corporation)
Komputer Generasi Keempat (1979 – 2000an)
Pada generasi ini, komputer yang menggunakan chip IC kemudian dikembangkan lagi. Perusahaan Very Large Scale Integration mencoba melakukan pengembangan tersebut pada 1980-an. Walhasil, satu chip tunggal dapat menampung ribuan komponen.
Sejak tahun 1970 ada dua perkembangan yang dianggap sebagai komputer
generasi IV. Pertama, penggunaan Large Scale Integration (LSI) yang
disebut juga dengan nama Bipolar Large Large Scale Integration. LSI
merupakan pemadatan beribu-ribu IC yang dijadikan satu dalam sebuah
keping IC yang disebut chip. Istilah chip digunakan untuk menunjukkan
suatu lempengan persegi empat yang memuat rangkaian terpadu IC. LSI
kemudian dikembangkan menjadi Very Large Scale Integration (VLSI) yang
dapat menampung puluhan ribu hingga ratusan ribu IC.
Selanjutnya dikembangkannya komputer mikro yang menggunakan
mikroprosesor dan semikonduktor yang berbentuk chip untuk memori
komputer internal sementara generasi sebelumnya menggunakan magnetic
core storage. Perusahaan Intel pada tahun 1971 memperkenalkan
mikrokomputer 4 bit yang menggunakan chip prosesor dengan nama 4004 yang
berisi 230 transistor dan berjalan pada 108 KHz (Kilo-Hertz) dan dapat
mengeksekusi 60.000 operasi per detik.
Dilanjutkan pada tahun 1972, Intel memperkenalkan mikrokomputer 8008
yang memproses 8 bit informasi pada satu waktu. Selanjutnya
mikroprosesor 8080 dibuat pada tahun 1974, dan merupakan prosesor untuk
tujuan umum pertama.
Sebelumnya prosesor 4004 dan 8008 dirancang untuk kebutuhan aplikasi
tertentu, dan prosesor 8080 memiliki kemampuan lebih cepat dan memilki
set instruksi yang lebih kaya, serta memiliki kemampuan pengalamatan
yang lebih besar.
Karakteristik Komputer Generasi IV:
a. Tampilan monitor masih satu warna (green color).
b. Adanya mikrocomputer.
c. Tidak satupun yang PC-Compatible atau Macintosh-Compatible.
d. Muncul istilah PC (personal Computer).
e. komputer sudah memiliki Large Scale Integration (LSI)
.Produk Komputer Generasi IV adalah IBM 370, Apple I dan Apple II,
PDP-11, VisiCalc, dan Altair yang menggunakan prosesor Intel 8080,
dengan sistem operasi CP/M (Control Program for Microprocessor), dengan
bahasa pemrograman Microsoft Basic (Beginners Allpurpose Symbolic
Instruction Code).
Komputer Generasi Kelima (Sekarang)
Pada perkembangan selanjutnya perubahan besar terjadi bahwa sejak
IBM-PC diperkenalkan dan bukan menjadi satu-satunya manufaktur
PC-compatible, maka standar baru dalam dunia industri PC lebih
dikembangkan oleh perusahaan lain seperti Intel dan Microsoft yang
dipelopori oleh W. Bill Gates yang menjadi pionir standar hardware dan
software dunia. Dan dilanjutkan dengan munculnya Smartphone.
Sejarah perkembangan komputer generasi kelima adalah komputer yang
kita gunakan sekarang ini. Pada generasi ini ditandai dengan munculnya:
LSI (Large Scale Integration) yang merupakan pemadatan ribuan
microprocessor ke dalam sebuah microprocesor. Selain itu, juga ditandai
dengan munculnya microprocessor dan semi conductor.
Perusahaan-perusahaan yang membuat micro-processor di antaranya
adalah Intel Corporation, Motorola, Zilog dan lainnya lagi. Di pasaran
bisa kita lihat adanya microprocessor dari Intel dengan model 4004,
8088, 80286, 80386, 80486, dan Pentium.
Pentium-4 merupakan produksi terbaru dari Intel Corporation yang
diharapkan dapat menutupi segala kelemahan yang ada pada produk
sebelumnya. Di samping itu, kemampuan dan kecepatan yang dimiliki
Pentium-4 juga bertambah menjadi 2 Ghz.
Tahun 2001 Intel mengumumkan prosesor Itanium yang merupakan prosesor dengan basis arsitektur 64 bit (IA-64) pertama.
Itanium merupakan prosesor pertama milik Intel dengan
instruksi-instruksi 64 bit dan akan menelurkan satu generasi baru dari
sistem operasi dan aplikasi, sementara masih mempertahankan backward
compatibility dengan software 32 bit.
Perlu diketahui bahwa sejak dikeluarkannya prosesor 386, komputer
beroperasi pada 32 bit per satuan waktu dalam mengeksekusi informasi
hingga Pentium 4. Hingga sekarang komputer yang digunakan kebanyakan
masih yang berbasis 32 bit.
Meskipun komputer pada generasi ini ukuran fisiknya menjadi lebih
kecil dan sederhana namun memiliki kemampuan yang semakin canggih.
Karakteristik Komputer Generasi V:
a. Resolusi gambar yang bagus
b. Komputer 32 bit dan 64 bit.
c. Teknologi AI (Artificial Inteligence)
d. Munculnya Smarphone.
e. Berbasic GUI (Graphical User Interface)
Pada generasi kelima ini, telah dilakukan pengembangan dengan apa
yang dinamakan Josephson Junction, teknologi yang akan menggantikan chip
yang mempunyai kemampuan memproses trilyunan operasi perdetik sementara
teknologi chip hanya mampu memproses miliaran operasi perdetik.
Contoh-contoh komputer yang lahir pada generasi kelima berbasis x86,
seperti chip 286 yang diperkenalkan pada tahun 1982 dengan 134.000
transistor, kemudian chip 386 pada tahun 1983 dengan 275.000 transistor,
sedangkan chip 486 diperkenalkan tahun 1989 yang memiliki 1,2 juta
transistor.
Selanjutnya pada tahun 1993 Intel memperkenalkan keluarga prosesor
586 yang disebut Pentium 1 dengan jumlah transistor 3,1 juta untuk
melakkan 90 MIPS (Million Instruction Per Second). Kemudian dilanjutkan
pada generasi berikutnya yaitu Pentium 2, 3, dan 4.
C. Perangkat Komputer
1. Monitor
Monitor ini mmpunyai fungsi sbagai alat output yaitu tempat untuk
mengeluarkan hasil proses yang dilakukan oleh komputer berupa informasi
yang dibutuhkan oleh pemakai komputer.
2. CPU (Central Processing Unit)
CPU berfungsi sebagai pengendali proses kinerja computer dengan kata
lain yaitu sbagai tempat mengatur semua instruksi program pada komputer
& sbagai pengelola semua aktivitas kinerja di dalam komputer.
3. Printer
Printer berfungsi untuk untuk mencetak data seperti tulisan, gambar/foto pada kertas.
4. Scanner
Scanner ini seperti mesin fotocopy & berfungsi untuk mengkopy data
objek & dipindahkan kedalam memory komputer & hasilnya dapat
dilihat pada monitor komputer.
5. Mouse
Mouse berfungsi untuk menunjuk posisi kursor / pointer pada layar komputer secara cepat.
6. Keyboard
Keyboard berfungsi untuk mengetik / memasukkan huruf, angka, karakter
khusus serta melakukan perintah-perintah untuk menyimpan file &
membuka file.
7. Speaker
Speaker berfungsi untuk merubah gelombang listrik dari perangkat audio menjadi gelombang suara atau getaran.
8. Modem
Modem berfungsi alat komunikasi dua arah & saat ini lebih digunakan untuk menghubungkan komputer ke jaringan internet.
9. Stabilizer
Fungsi stabilizer untuk menstabilisikan tegangan listrik apabila voltase listrik turun.
10. Harddisk
Fungsi harddisk untuk menyimpan data komputer & penyimpanan Operation System (OS) serta sbagai alat booting komputer.
11. RAM / Modul Memori
Fungsi RAM / Memori adalah sebgai perangkat yang menyimpan proses
kinerja komputer untuk sementara sehingga membuat akses data yang sama
lebih cepat.
12. Power Supply
Power Supply berfungsi sbagai penghantar arus listrik, kontrol voltase pada perangkat keras komputer.
13. Kabel Data
Kabel data berfungsi untuk mengirim data atau menerima data komputer.
14. Kabel VGA
Fungsi kabel VGA untuk menampilkan out put / hasil pengolahan data
komputer & selanjutnya bisa bisa dilihat di layar monitor.
15. Fan / Kipas
Fungsi fan adalah sbagai pendingin perangkat komputer, seperti processor, harddisk
16. LAN Card
Fungsi LAN Card untuk menghubungkan antara komputer satu dengan yang lainnya dalam jaringan LAN
17. Motherboard
Fungsi Motherboard / Mobo sbagai wadah / papan sirkuit utama tempat
macam-macam komponen elektronik yang saling terhubung yang memiliki chip
bios, jalur-jalur & juga konektor sbagai penghubung dari
masing-masing perangkat yang terpasang.
18. Processor
Fungsi processor untuk merespon & mengolah segala intruksi yang menghidupkan komputer.
19. Headsets
Fungsi headsets untuk mendengarkan suara & berbicara dengan perangkat komunikasi atau komputer.
20. Microphone
Fungsi microphone adalah menangkap gelombang suara & mengubahnya menjadi arus listrik.
21. CD-Room
Fungsi Cd-Room sbagai tempat untuk proses burning, copy CD & install software menggunakan CD/DVD.
22. CD / DVD
Fungsi CD/DVD untuk menyimpan data
23. Flashdisk
Fungsi Flashdisk untuk menyimpan data-data
24. Webcam
Fungsi Webcam sbagai alat bantu pada komputer misalnya untuk melihat gambar orang yang diajak chatting.
25. Joystick
Fungsi joystick sbagai alat bantu untuk memainkan permainan / game.
26. Video Adaptor atau GPU
Fungsi Video Adaptor sbagai penghubung peralatan proses data dengan
peralatan output berupa layar monitor & juga dapat memaksimalkan
fungsi layar sehingga dapat menampilkan grafis dalam resolusi &
kualitas warna yang terbaik & juga dapat mempercepat kinerja
software Operation System.
27. Sound Card
Fungsi Sound Card sbagai penghubung output audio ke speaker, penghubung input suara ke komputer melalui mikrofon.
28. UPS
Fungsi UPS untuk menyimpan/menyediakan arus listrik tambahan