Jumat, 02 Februari 2018

MUSIC AND HUMAN

Musik bukan saja alunan merdu yang mampu menghibur manusia. Musik juga memiliki banyak manfaat lain. Selain bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan, musik juga berpengaruh terhadap perkembangan otak manusia. Musik akan merangsang perkembangan sel-sel otak. perangsangan ini sangat penting karena masa tumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi sejak awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun. Namun, menurut dr. Jimmy Passat, ahli saraf dari FKUI-RSCM, dan Isye Widodo, S.Psi, koordinator Parent Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta, intervensi ini haruslah seimbang. Orang tua sebaiknya tidak hanya menstimulasi kemampuan otak kiri, tetapi juga otak kanannya.
 
Oleh para pakar, organ pengontrol pikiran, ucapan, dan emosi yaitu otak dibedakan atas dua belahan, kiri dan kanan, dengan fungsi berbeda. Otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, serta pengembangan kepribadian. Sementara otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik seperti baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, dan peristiwa), logika, dan analisis.Oleh karena itu, bila stimulasi dilakukan secara seimbang, diharapkan anak yang dilahirkan kelak tidak cuma memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi juga kreatif. Kalau dia pintar matematika, dia juga mampu berbahasa, menulis, dan mengarang dengan baik.

Dan berikut ini merupakan pengaruh manusia terhadap kehidupan sehari-hari manusia:

1. Musik sedih ataupun senang mempengaruhi mimik wajah seseorang.
Otak manusia merespon musik sedih dan senang dengan cara yang berbeda. Penelitian menunjukkan setelah mendengarkan sebuah musik, orang akan langsung menunjukkan ekspresi bahagia atau sedih sesuai dengan nada musik yang mereka dengar.

Terkadang kita dapat mengerti emosi dari sebuah musik tanpa merasakannya, hal itu yang menjelaskan mengapa sebagian dari kita  terkadang kita tidak merasa sedih ketika mendengarkan musik sedih, namun malah bisa menikmatinya.

Hal tersebut terjadi karena ketika mendengarkan musik kita bisa mengerti emosi dari lagu tersebut tanpa benar-benar merasakannya.

2. Musik ambience dapat meningkatkan kreatifitas.
Dalam melakukan aktifitas kita sering mendengarkan lagu-lagu yang semangat. Tapi untuk bekerja, musik-musik yang keras bukanlah pilihan yang baik. Musik-musik background atau biasa disebut musik ambience ternyata dapat meningkatkan kreatifitas kita.

3. Pilihan jenis musik dapat memprediksi kepribadian kita.
Dalam sebuah penelitian, dengan melihat 10 lagu favorit kita dapat memprediksi bagaimana kepribadian kita.Penelitian ini menggunakan lima sifat kepribadian untuk dites: keterbukaan terhadap pengalaman, keterbukaan, keramahan, kesadaran dan stabilitas emosional.



TEKNOLOGI DAN KEBUDAYAAN


Teknologi dan Kebudayaansangat erat kaitannya dalam kehidupan manusia. Teknologi itu sendiri merupakan perkembangan suatu media/alat guna memproses serta mengendalikan suatu masalah secara lebih efektif dan efisien. Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan evolutif ini, membuat barang – barang hasil teknologi sangat mudah kita jumpai. Barang-barang teknologi kini pun sudah menjadi sebuah kebutuhan sekaligus gaya hidup manusia dalam kesehariannya. Apalagi di era Industrialisasi seperti sekarang ini, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi. Sebab dalam hal ini teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. Disisi lain banyak masyarakat beranggapan teknologi merupakan sesuatu yang baru, padahal jika kita menengok ke belakang, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Sehingga setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.

Beda hal nya dengan kebudayaan, Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Kebudayaan ada yang berbentuk materi dan non materi. Setiap negara memiliki kebudayaan yang beraneka ragam beserta ciri khasnya. Kebudayaan suatu bangsa juga dapat mencerminkan perilaku dan kebiasaan dari warga Negara tersebut. Namun pada zaman sekarang ini nilai-nilai kebudayaan seakan semakin menghilang, hal ini terlihat dari banyaknya perilaku-perilaku yang sudah jauh bertentangan dari nilai-nilai kebudayaan tersebut. Keadaan seperti itu mengharuskan kita untuk lebih menghargai kebudayaan dan membentengi diri dengan memperkuat dimensi dari kebudayaan bangsa.
Pada dasarnya teknologi yang ada saat ini ada karena suatu budaya yang telah ada sejak lama. Dasar-dasar ilmu yang ada untuk menciptakan teknologi itu pun di dapat dari penelitian suatu ilmiah yang terkandung dari suatu budaya. Maka karena itulah budaya dan teknologi saling ketergantungan.

Hubungan Teknologi dengan Kebudayaan

Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu :

1.Alat-alat produktif
Alat-alat produktif adalah alat yang digunakan untuk memudahkan kegiatan manusia dalam proses produksi.
Contoh :
a.Bidang Pertanian

Pada jaman dahulu manusia mengolah sawah atau ladang menggunakan tenaga hewan, seperti sapi atau kerbau. Ketika memasuki masa perundagian, manusia mulai menggunakan cangkul untuk bercocok tanam. Setelah memasuki masa modern manusia mulai membuat mesin yang memudahkan proses produksi sehingga hasil yang hasil pertanian lebih maksimal.

b.Bidang Industri
Sebelum revolusi industri, manusia menggerakkan kegiatan industrinya dengan menggunakan tenaga manusia. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, manusia mulai mengembangkan alat-alat atau mesin yang dapat memudahkan kegiatan mereka. Sehingga pemanfaatan tenaga manusia menjadi berkurang dan dialihkan pada pemanfaatan tenaga mesin.

2.Senjata
Senjata adalah semua jenis benda yang digunakan untuk berkelahi atau berperang, berburu, membela diri atau melukai/membunuh.

Perkembangan senjata dimulai dari masa prasejarah, pada jaman itu manusia menggunakan batu dan tulang untuk berburu. Setelah itu manusia mulai mengenal teknologi logam dan mulaimengembangkannya menjadi senjata, berupa pedang, tombak, dll.

Revolusi senjata terjadi setelah ditemukannya bubuk mesiu di Cina. Manusia mulai berlomba-lomba menciptakan berbagai macam senjata,seperti senjata api dan peldak. Setelah berkembangnya ilmu pengetahuan, manusia mulai menciptakan senjata dari nuklir, bahkan virus yang mampu memusnahkan umat manusia atau yang dikenal dengan senjata pemusnah masal.

3.Wadah
Secara umum wadah adalah tempat untuk menaruh, menyimpan sesuatu. Bahannya bisa terbuat dari apapun.

Wadah paling banyak digunakan untuk peralatan dapur. Dulu wadah dibuat dari tanah liat (gerabah) dan kayu. Setelah ditemukan logam, manusia mulai beralih menggunakan logam sebagai wadah karena lebih kuat dan cepat panas bila digunakan untuk memasak.

Sekarang melaluiberbagai macam penelitian manusia mampu mengolah berbagai macam logam untuk menciptakan wadah yang kuat, ringan, tahan panas, anti lengket, higienis, kedap udara, ramah lingkungan dan serba guna.

4.Alat-alat menyalakan api
Pada masa prasejarah, manusia menggunakan batu dan kayu sebagai pemantik api. Dengan cara menggesekkan kedua batu atau kayu tersebut di dedaunan kering sehingga menghasilkan percik api sehingga terciptalah api. Setelah itu manusia menggunakan minyak dari hewan sebagai bahan bakar.

Pada awal peradaban manusia mulai melakukan penggalian barang tambang dan menemukan serbuk belerang. Dari serbuk belerang itu terciptalah korek api. pada perkembangannya, pematik dapat dibuat dari berbagai macam bahan, seperti minyak, gas alam, bahkan listrik.

5.Makanan
Pada masa prasejarah manusia hanya mengumpulkan bahan makanan tanpa diolah terlebih dahulu. Setelah ditemukan api, manusia mulai mengolah makanan tersebut dengan menggunakan rempah-rempah untuk menambah rasa.

Pada masa sekarang manusia mulai mengolah berbagai macam bahan makanan dengan teknologi yang sudah modern. Dan mengembangkan berbagai macam olahan makanan dalam bentukjunk foodataupunfast food.

6.Pakaian
Awal perkembangannya, manusia memanfaatkan dedaunan dan kulit pohon untuk menutupi tubuhnya. Setelah memasuki masa berburu, manusia mulai memanfaatkan kulit hasil buruannya untuk dijadikan pakaian.

Dengan ditemukannya mesin pemintal, manusia dapat mengeloh kapas menjadi benang. Kemudian benang diolah atau ditenun menjadi pakaian. Seiring berkembangnya jaman, manusia mulai mengolah, wol, sutera, polyester (limbah plastik),dll manjadi pakaian yang nyaman seperti yangkita pakai sehari-hari.



7.Tempat berlindung dan perumahan
Tempat berlindung yang digunakan manusia mulai dari masa prasejarah yang hanya di dalam gua, di atas pohon, atau membuat pondokan sederhana dari kayu dan daun.

Setelah ditemukansemen sebagai perekat, pasir, tanah liat, dan pewarna manusia mulai membangun rumah yang lebih kuat, kokoh, bahkan indah. Di masa sekarang, manusia membangun gedung-gedung pencakar langit dan rumah-rumah dengan desain yang indah yang dipadukan dengan teknologi canggih untuk menambah kenyamanannya.

Dulu saat manusia masih hidup berpindah-pindah, manusia membuka hutan untuk mencari sumber makanan dan akhirnya membangun pemukiman di sana. Ketika sumber makanan telah habis, mereka pergi ke tempat lain untuk membuka hutan dan membangun kehidupan baru di sana.

Setelah manusia menemukan tempat yang dianggap cocok untuk membangun peradaban tetap, mereka mulai menciptakan pemukiman yang teratur dengan sebuah sistem pemerintahan.

8.Alat transportasi
Alat transportasi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Transportasi digunakan sebagai sarana penghubung anatara satu tempat dengan tempat lainnya. Manusia membutuhkan alat transportasi untuk mempermudah kegiatannya, karena semakin besar masyarakat semakin luas pula wilayahnya dan semakin jauh jarak untuk berinteraksi.

sumber:
https://www.kompasiana.com/www.idaparwati.com/teknologi-dan-kebudayaan-yang-berjalan-beriringan-mendukung-pertumbuhan-masyarakat_552c96676ea834fa798b4577
https://putrifitriany.wordpress.com/2012/11/12/hubungan-kebudayaan-dan-teknologi/

INSTA VR

Virtual reality (VR) has now emerged as a promising tool in many domains of therapy and rehabilitation (Weiss & Jessel, 1998; Glantz, Rizzo, & Graap, 2003; Zimand et al. 2003; Rizzo, Schultheis, Kerns, & Mateer, 2004). Continuing advances in VR technology, along with concomitant system-cost reductions, have supported the development of more usable, useful, and accessible VR systems that can uniquely target a wide range of physical, psychological, and cognitive rehabilitation concerns and research questions. What makes VR application development in the therapy and rehabilitation sciences so distinctively important is that it represents more than a simple linear extension of existing computer technology for human use.

VR offers the potential to create systematic human testing, training, and treatment environments that allow for the precise control of complex, immersive, dynamic 3D stimulus presentations, within which sophisticated interaction, behavioral tracking, and performance recording is possible. Much like an aircraft simulator serves to test and train piloting ability, virtual environments (VEs) can be developed to present simulations that assess and rehabilitate human functional performance under a range of stimulus conditions that are not easily deliverable and controllable in the real world. When combining these assets within the context of functionally relevant, ecologically enhanced VEs, a fundamental advancement could emerge in how human functioning can be addressed in many rehabilitation disciplines.

Generally, a SWOT analysis serves to uncover the optimal match between the internal strengths and weaknesses of a given entity and the environmental trends (opportunities and threats) that the entity must face in the marketplace.
  • A strength can be viewed as a resource, a unique approach, or capacity that allows an entity to achieve its defined goals (e.g., VR can allow for precise control of stimulus delivery within a realistic training or rehabilitation simulation).
  • A weakness is a limitation, fault, or defect in the entity that impedes progress toward defined goals (e.g., the limited field of view and resolution in a head-mounted display can limit usability and perceptual realism).
  • An opportunity pertains to internal or external forces in the entity’s operating environment, such as a trend that increases demand for what the entity can provide or allows the entity to provide it more effectively (e.g., tremendous growth in the interactive digital gaming area has driven development of the high-quality, yet low-cost graphics cards needed to make VR deliverable on a basic PC).
  • A threat can be any unfavorable situation in the entity’s environment that impedes its strategy by presenting a barrier or constraint that limits achievement of goals (e.g., clinical administrators’ and financial officers’ belief that VR equipment is too expensive to incorporate into mainstream practice).

source: https://www.brainline.org/article/swot-analysis-field-virtual-reality-rehabilitation-and-therapy