Musik bukan saja alunan merdu yang
mampu menghibur manusia. Musik juga memiliki banyak manfaat lain. Selain bermanfaat
bagi kesehatan dan kecerdasan, musik juga berpengaruh terhadap perkembangan
otak manusia. Musik akan merangsang perkembangan
sel-sel otak. perangsangan ini sangat penting karena masa tumbuh kembang otak
yang paling pesat terjadi sejak awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun.
Namun, menurut dr. Jimmy Passat, ahli saraf dari FKUI-RSCM, dan Isye Widodo,
S.Psi, koordinator Parent Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta,
intervensi ini haruslah seimbang. Orang tua sebaiknya tidak hanya menstimulasi
kemampuan otak kiri, tetapi juga otak kanannya.
Oleh para pakar, organ pengontrol
pikiran, ucapan, dan emosi yaitu otak dibedakan atas dua belahan, kiri dan
kanan, dengan fungsi berbeda. Otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik
dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna,
pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, serta pengembangan kepribadian.
Sementara otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik seperti
baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, dan peristiwa), logika, dan analisis.Oleh
karena itu, bila stimulasi dilakukan secara seimbang, diharapkan anak yang
dilahirkan kelak tidak cuma memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi juga
kreatif. Kalau dia pintar matematika, dia juga mampu berbahasa, menulis, dan
mengarang dengan baik.
Dan berikut ini merupakan pengaruh
manusia terhadap kehidupan sehari-hari manusia:
1. Musik sedih ataupun senang
mempengaruhi mimik wajah seseorang.
Otak manusia merespon musik sedih
dan senang dengan cara yang berbeda. Penelitian menunjukkan setelah
mendengarkan sebuah musik, orang akan langsung menunjukkan ekspresi bahagia
atau sedih sesuai dengan nada musik yang mereka dengar.
Terkadang kita dapat mengerti emosi
dari sebuah musik tanpa merasakannya, hal itu yang menjelaskan mengapa sebagian
dari kita terkadang kita tidak merasa sedih ketika mendengarkan musik
sedih, namun malah bisa menikmatinya.
Hal tersebut terjadi karena ketika
mendengarkan musik kita bisa mengerti emosi dari lagu tersebut tanpa benar-benar
merasakannya.
2. Musik ambience dapat
meningkatkan kreatifitas.
Dalam melakukan aktifitas kita
sering mendengarkan lagu-lagu yang semangat. Tapi untuk bekerja, musik-musik
yang keras bukanlah pilihan yang baik. Musik-musik background atau biasa disebut
musik ambience ternyata dapat meningkatkan kreatifitas kita.
3. Pilihan jenis musik dapat
memprediksi kepribadian kita.
Dalam sebuah penelitian, dengan
melihat 10 lagu favorit kita dapat memprediksi bagaimana kepribadian
kita.Penelitian ini menggunakan lima sifat kepribadian untuk dites: keterbukaan
terhadap pengalaman, keterbukaan, keramahan, kesadaran dan stabilitas
emosional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar