DESAIN GRAFIS
Desain Grafis berasal
dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis. Kata desain sendiri memiliki arti
yaitu sebuah proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak
atau merancang. Sedangkan grafis sendiri memiliki arti yaitu titik atau garis
yang berhubungan dengan cetak mencetak. Desain grafis juga dapat diartikan
segabai suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk
menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin.
Desain grafis sebagai
media komunikasi sudah dikenal sejak masa prasejarah dan hampir. Hal ini dapat
dilihat pada jaman paleo-lithicum di gua lascaux, Prancis selatan, yang banyak
ditemukan gambar-gambar binatang dan manusia pra sejarah. Perkembangan proses
cetak mencetak dimulai pada abad ke-15 dengan ditemukannya mesin alat cetak
oleh Johanes Gutenberg (1398-1468) di jerman.
Pada perkembangan
berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan tehnik cetak Lithografi.
berbeda dengan mesin cetak Gutenberg yang memanfaatkan tehnik cetak tinggi.
Tehnik cetak Lithografi menggunakan tehnik cetak datar yang memanfaatkan
prinsip saling tolak antara minyak dan air. Pada masa inilah seni poster mulai
berkembang dengan pesat.
Sekarang ini, hal-hal
mengenai desain grafis sudah berkembang dengan sangat cepat. Hal tersebut
terbukti dengan banyakanya software-software yang bisa digunakan dengan mudah
untuk mengembangkan desain grafis itu sendiri diantaranya adalah :
Adobe photoshop, corel draw, ilustlator dan lain sebagainya.
Kategori Desain Grafis:
1. Printing (Percetakan)
Percetakan
adalah sebuah proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan
gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak.
2. Web Desain
Web
desain adalah istilah umum yang digunakan mencakup bagaimana isi web konten
ditampilkan.
3. Film
Desain
grafis yang berkaitan dengan industri perfilman dan TV mencakup beberapa
kegiatan, antara lain, konsep visual, story board, tittle & credits,
spesial effect, stage design, sampai ke materi promosi berupa spanduk, poster
film, iklan dan juga materi hasil produksi berupa VCD atau DVD dari film
tersebut.
4. EGD
(Environmental Graphic Design), Identifikasi (Logo)
Kedua
bidang (EGD dan Logo) merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis,
desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
5. Desain
Produk
Desain
produk bisa disebut juga sebagai Industrial Design yang merupakan bidang ilmu
dalam perencanaan dan perancangan barang untuk memenuhi kebutuhan manusia.
ANIMASI
Menurut Ibiz Fernandez
McGraw (Hill/Osborn, California, 2002) “Animasi adalah sebuah proses merekam
dan memainkan kembali serangkaian gambar statis untuk mendapatkan sebuah ilusi
pergerakan.
Dibawah
ini merupakan 12 Prinsip/Syarat Animasi agar animasi terlihat seperti nyata :
1. Timing (Waktu)
Ini menentukan apakah gerakan tersebut alami atau tidak.
2. Slow In dan Slow Out (Percepatan dan
Perlambatan)
Slow
In dan Slow Out menegaskan bahwa setiap gerakan memiliki percepatan dan
perlambatan yang berbeda-beda.
3.
Arcs (Lengkungan)
Pada
animasi, sistem pergerakan tubuh pada manusia, binatang, atau makhluk hidup
lainnya bergerak mengikuti pola/jalur (maya) yang disebut Arcs.
4.
Follow Through and Overlapping Action
Follow
through adalah tentang bagian tubuh tertentu yang tetap bergerak meskipun
seseorang telah berhenti bergerak. Misalnya, rambut yang tetap bergerak sesaat
setelah melompat. Overlapping action secara mudah bisa dianggap sebagai gerakan
saling-silang.
5. Secondary Action (Gerakan Pelengkap)
Secondary
action adalah gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat
gerakan utama supaya sebuah animasi tampak lebih realistik.
6.
Squash and Strecth (Kelenturan suatu
objek)
Squash
and strecth adalah upaya penambahan efek lentur (plastis) pada objek atau figur
sehingga seolah-olah ‘memuai’ atau ‘menyusut’ sehingga memberikan efek gerak
yang lebih hidup.
7.
Exaggeration (Melebih-lebihkan)
Exaggeration
merupakan upaya mendramatisir animasi dalam bentuk rekayasa gambar yang
bersifat hiperbolis.
8.
Straight Ahead and Pose to Pose
Prinsip
Straight-ahead mengacu kepada teknik pembuatannya, yaitu dengan teknik frame by
frame, digambar satu per satu. Sedangkan Pose to Pose, yaitu pembuatan animasi
oleh seorang animator dengan cara menggambar hanya padakeyframe-keyframe
tertentu saja, selanjutnyain-between atau interval antarkeyframe
digambar/dilanjutkan oleh asisten/animator lain.
9.
Anticipation ( Gerakan Pendahulu )
Anticipation boleh juga dianggap sebagai
persiapan/awalan gerak atau ancang-ancang.
10. Staging (Bidang Gambar)
Staging
dalam animasi meliputi bagaimana ‘lingkungan’ dibuat untuk mendukung suasana
atau ‘mood’ yang ingin dicapai dalam sebagian atau keseluruhan scene.
11. Personality (Penjiwaan Karakter)
Membuat
sedetail mungkin kepribadian seorang tokoh misalkan tanggal lahir, hobi, sifat
baik dan jahat.
12. Appeal (Daya Tarik Karakter)
Appeal berkaitan dengan
keseluruhan look atau gaya visual dalam animasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar